-->
KABAR PROBOLINGGO

Pondok Pring Kanigaran: Merawat Jiwa, Melatih Kemandirian, dan Menembus Batas Stigma

RIDERNEWS.ID | KOTA PROBOLINGGO– Di sudut Kampung KB Mulyoraharjo, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, berdiri sebuah tempat rujukan penanganan masalah sosial yang sarat akan nilai kemanusiaan. Pondok Pring yang berada di bawah naungan Yayasan Amanah Abd. Aziz menjadi lembaga rehabilitasi sosial yang konsisten mendampingi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) serta para penyintas kecanduan narkoba. Didirikan sejak tahun 1991 oleh almarhum Abah Abd. Aziz, lembaga ini terus bergerak merawat dan memulihkan puluhan santri atau pasien laki-laki maupun perempuan yang datang dari berbagai kota di Pulau Jawa hingga luar Jawa.

Keberlangsungan pelayanan di Pondok Pring tak lepas dari komitmen para penggerak di tingkat lokal. Pengasuh Yayasan sekaligus tokoh Kampung KB, Ustadz Agung Mario, bersama Ketua Yayasan Hanafi, memimpin operasional harian dengan dukungan erat dari elemen pilar kelurahan, seperti Lurah Kanigaran Mas Arik, Ketua LPM Wawan Harianto, serta Ketua Karang Taruna Fery Riandoyo. Untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan sarana, pembangunan fisik yayasan kini secara bertahap diambil alih oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Saat ini proses administrasi sedang berjalan untuk menjalin kerja sama resmi melalui kesepakatan (*MoU*) dengan Dinas Sosial dalam hal pembinaan sosial, serta Dinas Kesehatan dalam hal pemantauan kesehatan para pasien.

Dalam menunjang proses pemulihan, keberadaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi perhatian utama. Kompleks yayasan kini dilengkapi dengan fasilitas mushola umum dan khusus sebagai sarana ibadah, shelter ODGJ berukuran 3x4 meter dengan kamar mandi di dalam, kamar singgah, serta dapur umum untuk kebutuhan konsumsi harian. Pendekatan rehabilitasi yang diterapkan menggabungkan keterlibatan spiritual, integrasi sosial, dan pelatihan kemandirian ekonomi. Setiap hari Senin malam dan hari Jumat, para santri secara rutin mengikuti kegiatan dzikir bersama untuk menenangkan jiwa dan memperkuat mental.

Selain pembinaan mental dan spiritual, nilai kebersamaan sosial juga dipupuk melalui program Pasar Tanpa Uang. Program bantuan sembako, sayuran, dan pakaian siap pakai gratis ini awalnya tergerak dari situasi sulit masa pandemi COVID-19 melalui kolaborasi antara masyarakat, pengurus yayasan, para santri, hingga komunitas anak punk. Sementara itu, bagi para santri yang sudah memasuki tahap kesembuhan, pihak pengasuh membekali mereka dengan wirausaha praktis seperti berjualan kelapa hingga budidaya jamur di kawasan Nguling agar mereka memiliki modal keterampilan saat kembali ke masyarakat.

Keberhasilan proses rehabilitasi di Pondok Pring telah membuah hasil nyata. Yayasan tercatat telah memfasilitasi dan mengantarkan alumni hingga melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dengan tetap memberikan pendampingan serta pengawasan secara berkala. Bahkan, beberapa alumni yang telah sembuh kini berhasil membina rumah tangga dan hidup sukses di luar daerah, seperti di Bali dan kota-kota besar lainnya. Ke depan, dukungan berupa kegiatan pelatihan kerja, edukasi lingkungan, serta bantuan modal usaha bagi para lulusan yayasan sangat diharapkan agar mereka benar-benar siap dan mandiri secara ekonomi.

Pengasuh Yayasan, Ustadz Agung Mario, menaruh harapan besar pada pengembangan program pembinaan berbasis alam dan bercocok tanam bagi para binaannya. 

"Kami berharap agar kedepan bisa memiliki sebuah taman dan Alat untuk bertani sayur maupun buah, sebagai Fasilitas penunjang Kegiatan para Santri agar bisa berkejun, dan juga belajar Pertanian dalam kontes ketahanan Pangan," ungkapnya. Pihak yayasan

meyakini bahwa interaksi langsung dengan kegiatan bercocok tanam tidak hanya mendukung aspek ketahanan pangan mandiri, tetapi juga menjadi terapi efektif dalam proses pemulihan jiwa para santri. Bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi atau menyalurkan kepedulian sosial, lokasi Yayasan Amanah Abd. Aziz (Pondok Pring) berpusat di Gang 7 Nomor 92, RT 004/RW 004, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Komentar Pembaca

Memuat komentar...

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال