Laporan darurat diterima Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Probolinggo pada pukul 20.53 WIB. Merespons laporan tersebut, Regu 3 Damkar langsung bergerak menuju lokasi hanya dalam dua menit setelah panggilan masuk. Tiba di lokasi pada pukul 20.59 WIB, petugas segera melakukan tindakan pemadaman intensif.
Guna memastikan api tidak merembet ke pemukiman padat penduduk, Damkar Kota Probolinggo menerjunkan tiga unit armada fire truck sekaligus dengan total kapasitas mencapai 19.000 liter air. Rinciannya, Fire Truck 04 membawa 4.000 liter, Fire Truck 02 membawa 5.000 liter, dan armada terbesar Fire Truck 01 menyuplai 10.000 liter air.
Kabid Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo, Try Setyo Anggodo, yang turun langsung ke lapangan, mengonfirmasi efektivitas penanganan timnya.
"Warga melapor jam 20.53 WIB, kami tiba 20.59 WIB. Hanya dalam enam menit sejak tiba, tepatnya pukul 21.05 WIB, api sudah berhasil kami kuasai atau terkondisikan. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," terang Try di lokasi.
Meski api berhasil dijinakkan dengan cepat, petugas tetap melakukan proses pendinginan hingga pukul 22.15 WIB untuk memastikan tidak ada titik api sekecil apa pun yang tersisa. Cuaca yang cerah serta kondisi lalu lintas yang relatif ramai lancar disebut menjadi faktor pendukung cepatnya mobilitas petugas ke titik kejadian yang berada di sisi selatan Randu Pangger tersebut.
Terkait pemicu kebakaran, pihak otoritas belum memberikan keterangan pasti. "Untuk penyebab kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan bersama kepolisian. Fokus utama kami tadi adalah pemadaman cepat agar dampak tidak meluas," tambahnya.
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kerja keras personel gabungan. Dari unsur Damkar, tampak nama-nama seperti Nasrul, Bambang, Imam, serta PTI Pak Nurul dan Pak Satiman. Aksi ini juga dibantu oleh dedikasi para relawan Redkar (Apan, Ryan, Salman, Wahyu, Radit, Fandi, Nabilla, Faris, dan Razel).
Sinergi di lapangan semakin kuat dengan dukungan pengamanan dari Polres Kota Probolinggo, Satpol PP, serta anggota Linmas Kota Probolinggo yang memastikan area steril dan kondusif bagi petugas.
Di akhir operasi, Try Setyo Anggodo mengapresiasi keberanian warga yang segera melapor. Ia mengingatkan bahwa deteksi dini adalah kunci utama pencegahan bencana yang lebih besar.
"Jangan menunda untuk melapor jika melihat asap atau api. Respons cepat malam ini adalah bukti nyata bahwa koordinasi yang baik dapat menyelamatkan bangunan di sekitarnya," pungkasnya.
www.prestasindo.my.id | Editor : Hargo

Komentar Pembaca
Memuat komentar...