Ketua Pelaksana Acara Suwigtyo, sekaligus sebagai Kepala Bapperida Kota Probolinggo, melaporkan bahwa sebanyak 23 kontingen berpartisipasi menyajikan ragam kesenian lokal khas Probolinggo. Penampilan seni tradisi ini sengaja ditonjolkan sebagai langkah nyata mendorong roda perekonomian dan memajukan sektor UMKM warga setempat.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, tampil anggun mengenakan pakaian adat Aceh. Kehadirannya didampingi jajaran pejabat daerah serta tamu kehormatan dari Kabupaten Probolinggo, Sekretaris Daerah Ugas Irwanto, yang hadir mewakili Bupati Probolinggo, Gus Haris.
Dalam sambutannya, Aminuddin menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan zaman melalui inovasi dan kreativitas. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh warga yang terus mendukung kemajuan kota.
"Kota Probolinggo harus terus 'Naik Kelas' menjadi kota yang original, bersih, berpotensi, dan berprestasi. Ke depan, kami menargetkan pengembangan lebih dari 200 destinasi wisata hingga penggelaran 1.000 event secara berkelanjutan," tegas Aminuddin.
Kemeriahan pawai semakin terpancar saat jajaran Manggala Praja, Pasukan Paskibraka, dan grup musik tradisional Dug-Dug tampil bersama memadukan unsur kebangsaan dan kearifan lokal.
Di balik riuhnya pawai, aspek kebersihan lokasi menjadi sorotan dan menuai pujian hangat dari masyarakat. Segera setelah kontingen terakhir nomor urut 23 melintas, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup bergerak cepat membuntuti barisan untuk membersihkan seluruh sisa sampah di sepanjang rute pawai. Aksi sigap tanpa menunggu esok hari ini dinilai sebagai momen langka yang menegaskan komitmen Kota Probolinggo sebagai kota yang bersih dan tertata (*).


Komentar Pembaca
Memuat komentar...