-->
KABAR PROBOLINGGO

Raih Rekor Dunia! Penampilan Jaran Bodag hingga Kipas Bayuangga Tampil Memukau di Batik in Motion 2026


Photo: Fahira SD Negeri Jati 1 Kota Probolinggo

PROBOLINGGO — Gemuruh ribuan langkah penari memadati sepanjang Jalan Panglima Sudirman, tepat di depan Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, Jumat (4/9/2026). Sinergi seni tradisi dan kreasi modern tersebut menandai pembukaan gelaran Batik in Motion 2026, sebuah perhelatan kebudayaan yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo (Harjakapro) ke-667.


Sebanyak 1.000 penari yang terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, hingga anggota berbagai sanggar tari lokal tampil membawakan tiga tarian khas daerah: Tari Jaran Bodag, Kiprah Lengger, dan Kipas Bayuangga. Dengan formasi barisan yang membentang sepanjang 350 meter, para penari tampil memukau mengenakan busana bermotif khas Probolinggo, yakni Anggur dan Mangga.

Di antara seribu penari yang memadati arena, antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para pelajar sekolah dasar. Salah satunya adalah Fahira, siswa SD Negeri Jati 1 Kota Probolinggo, yang turut tampil membawakan Tari Jaran Bodag bersama rekan-rekan sebayanya.

Ketiga tarian yang dibawakan dalam pembukaan tersebut memiliki nilai historis dan identitas kultural yang kuat bagi masyarakat setempat:

Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, Evariani Aminuddin, menjelaskan bahwa pelibatan generasi muda seperti Fahira dan para pelajar lainnya dalam skala besar merupakan strategi aktif pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal.

“Melalui Batik in Motion 2026, Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen memperkenalkan kekayaan seni tari daerah secara lebih luas, sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya kepada generasi penerus,” ungkap Evariani di sela-sela kegiatan.

Atmosfer pertunjukan semakin dinamis ketika koreografi tari tradisional bersanding harmoni dengan aksi line dance yang dibawakan oleh gabungan komunitas dan mahasiswa. Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi lintas generasi ini.

“Penampilan hari ini adalah bukti nyata semangat gotong royong warga Probolinggo dalam menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan. Keterlibatan aktif pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga sanggar seni menjadi fondasi penting pelestarian tradisi kita,” tegas Wali Kota.


Pertunjukan tari kolosal ini menjadi penanda dibukanya rangkaian acara Batik in Motion 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 4–6 September 2026. Selain pembukaan yang spektakuler, agenda dilanjutkan dengan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang melibatkan 2.705 penari line dance berbusana batik khas Probolinggo. Rangkaian perhelatan ini juga menyajikan fashion show, Rumah Batik, serta bazar UMKM yang memamerkan sekitar 3.000 produk batik unggulan Kota Probolinggo.

Komentar Pembaca

Memuat komentar...

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال