ISI BERITA : Organisasi Wanita Aisyiah Muhammadiyah Probolinggo Menang Juara 1
Kepala Dinkes PPKB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, mengungkapkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan kesehatan ini. Berdasarkan data yang dihimpun, angka AKI di Kota Probolinggo mengalami penurunan signifikan dari 250,7 per 100.000 kelahiran hidup pada 2024 menjadi 82,37 pada 2025. Sementara itu, AKB juga turun dari 15,04 per 1.000 kelahiran hidup pada 2024 menjadi 13,45 di tahun 2025.
"Peningkatan layanan kesehatan saja tidak cukup. Kita butuh dukungan ormas wanita untuk membantu penemuan ibu hamil dan pendataan secara real-time di lapangan," ujar dr. Intan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP-PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin, menekankan bahwa ormas wanita memiliki kedekatan emosional dan sosial yang kuat dengan masyarakat. Ia mendorong agar karya video yang dihasilkan peserta dipublikasikan secara masif sebagai sarana edukasi publik.
"Perempuan memiliki peran strategis dalam mengawal isu kesehatan ini. Apalagi sekarang sudah ada inovasi digital menggunakan tablet untuk pemantauan ibu hamil secara langsung. Ini adalah langkah konkret kita," tutur istri Wali Kota Probolinggo tersebut.
Acara yang diikuti oleh 180 peserta dari unsur TP-PKK, Bhayangkari, Persit, hingga kader Posyandu ini menetapkan PD Aisyiyah sebagai Juara 1 melalui karya berjudul “GIPLI: Langkah Sederhana Selamatkan Ibu dan Bayi”. Berikut adalah daftar lengkap pemenangnya:
Juara 1: PD Aisyiyah (GIPLI: Langkah Sederhana Selamatkan Ibu dan Bayi)Juara 2: PC Muslimat NU (Akses Cepat Waktu)
Juara 3: Bhayangkari Cabang Probolinggo Kota (Penurunan AKI dan AKB)
Juara Harapan 1: Persit Kartika Chandra Kirana (Pelayanan Posyandu ILP)

Komentar Pembaca
Memuat komentar...