KOTA PROBOLINGGO – Sejarah Kota Probolinggo, yang kini dikenal sebagai salah satu pusat transit ekonomi terpenting di Jawa Timur, menyimpan narasi panjang yang bermula dari sebuah kawasan pesisir bernama "Banger". Nama ini merujuk pada sungai yang mengalir di wilayah tersebut, yang pada masa lampau menjadi saksi bisu dinamika pemerintahan sejak era Kerajaan Majapahit hingga masa kolonial.
Berdasarkan catatan sejarah, wilayah ini awalnya merupakan bagian dari pemerintahan di bawah kekuasaan Prabu Hayam Wuruk. Namun, transformasi besar terjadi pada abad ke-18. Pada tanggal 4 September 1746, VOC mengangkat Kiai Djojolelono sebagai Bupati pertama di Banger. Momentum inilah yang kemudian ditetapkan dan diperingati setiap tahun sebagai Hari Jadi Kota Probolinggo.
Nama "Probolinggo" sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam. Berasal dari kata bahasa Sanskerta, Praba yang berarti cahaya, dan Lingga yang berarti tanda atau tugu (sering dikaitkan dengan kekuatan atau kemakmuran). Secara etimologis, Probolinggo dapat diartikan sebagai "Cahaya yang Menjadi Tanda Utama" atau tempat jatuhnya benda langit (meteor) yang membawa keberkahan.
Di bawah kepemimpinan para bupati setelah Kiai Djojolelono, wilayah Banger berkembang pesat dari sebuah distrik kecil menjadi pusat administrasi dan perdagangan. Posisi strategisnya di jalur Daendels menjadikannya titik vital bagi pergerakan logistik di pesisir utara Jawa.
Kini, di usia yang telah melampaui dua abad, Kota Probolinggo terus bersolek tanpa meninggalkan akar sejarahnya. Warisan arsitektur kolonial yang masih berdiri tegak di sudut-sudut kota menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa kota ini dibangun di atas pondasi perjuangan dan nilai budaya yang kuat.
www.prestasindo.my.id | Editor : Hargo

Komentar Pembaca
Memuat komentar...