Banyak yang bertanya: "Jika Allah itu Esa (Tunggal), bagaimana mungkin Dia bisa mengawasi milyaran manusia di lokasi yang berbeda secara bersamaan?"
Ruang dan Waktu: Batas Kita, Bukan Batas-Nya
Sebagai manusia, kita terjebak dalam dimensi ruang dan waktu. Kita dibatasi oleh fisik; jika kita berada di satu koordinat, kita tidak bisa berada di koordinat lain pada waktu yang sama. Namun, bagi Allah Sang Arsitek ruang dan waktu batasan itu tidak ada.
Perumpamaan : Analogi Sang Programmer dan Simulasi Digital
Bayangkan seorang programmer yang membangun sebuah simulasi dunia digital yang sangat luas. Di dalam simulasi tersebut, terdapat jutaan karakter (AI) yang bergerak, berinteraksi, dan berpikir sesuai logika yang diberikan.
1. Melihat Segalanya Sekaligus: Sang programmer tidak perlu "masuk" ke dalam layar untuk tahu apa yang dilakukan oleh karakter di pojok peta. Melalui monitornya, ia bisa melihat seluruh aliran data, aktivitas, bahkan "log" pemikiran setiap karakter secara real-time dan bersamaan.
2. Satu Kendali (Esa): Meskipun karakter dalam sistem itu berjumlah milyaran, kontrol utamanya tetap satu. Tidak perlu banyak programmer untuk memantau setiap satu karakter, karena sistem yang ia buat sudah mencakup segalanya.
3. Lebih Dekat dari "Urat Nadi": Dalam sistem digital, kode program adalah penyusun utama setiap karakter. Sang programmer tahu isi kode tersebut lebih dalam daripada karakter itu sendiri tahu tentang dirinya. Inilah gambaran mengapa Allah disebut lebih dekat dari urat leher manusia, karena Dia adalah pemilik "source code" kehidupan kita.
"Menciptakan dan membangkitkan kamu (semua) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja." (QS. Luqman: 28).
.png)
Komentar Pembaca
Memuat komentar...