-->
KABAR PROBOLINGGO

Memahami Keesaan Allah Melalui Analogi "The Great Programmer"

Gambar dibuat melalui gemini Ai
PROBOLINGGO - Dalam dunia teknologi dan digital, kita mengenal sistem yang begitu kompleks. Jutaan data diproses dalam hitungan milidetik, ribuan pengguna dipantau dalam satu server, dan setiap perintah dieksekusi dengan presisi. Pernahkah kita berpikir, jika manusia saja bisa menciptakan sistem yang sedemikian rupa, bagaimana dengan Sang Pencipta alam semesta?

Banyak yang bertanya: "Jika Allah itu Esa (Tunggal), bagaimana mungkin Dia bisa mengawasi milyaran manusia di lokasi yang berbeda secara bersamaan?"

Ruang dan Waktu: Batas Kita, Bukan Batas-Nya

Sebagai manusia, kita terjebak dalam dimensi ruang dan waktu. Kita dibatasi oleh fisik; jika kita berada di satu koordinat, kita tidak bisa berada di koordinat lain pada waktu yang sama. Namun, bagi Allah Sang Arsitek ruang dan waktu batasan itu tidak ada.

Perumpamaan : Analogi Sang Programmer dan Simulasi Digital

Bayangkan seorang programmer yang membangun sebuah simulasi dunia digital yang sangat luas. Di dalam simulasi tersebut, terdapat jutaan karakter (AI) yang bergerak, berinteraksi, dan berpikir sesuai logika yang diberikan.

1. Melihat Segalanya Sekaligus: Sang programmer tidak perlu "masuk" ke dalam layar untuk tahu apa yang dilakukan oleh karakter di pojok peta. Melalui monitornya, ia bisa melihat seluruh aliran data, aktivitas, bahkan "log" pemikiran setiap karakter secara real-time dan bersamaan.

2. Satu Kendali (Esa): Meskipun karakter dalam sistem itu berjumlah milyaran, kontrol utamanya tetap satu. Tidak perlu banyak programmer untuk memantau setiap satu karakter, karena sistem yang ia buat sudah mencakup segalanya.

3. Lebih Dekat dari "Urat Nadi": Dalam sistem digital, kode program adalah penyusun utama setiap karakter. Sang programmer tahu isi kode tersebut lebih dalam daripada karakter itu sendiri tahu tentang dirinya. Inilah gambaran mengapa Allah disebut lebih dekat dari urat leher manusia, karena Dia adalah pemilik "source code" kehidupan kita.

Al-Alim dan Al-Bashir
Dalam Islam, Allah memiliki sifat Al-Alim (Maha Mengetahui) dan Al-Bashir (Maha Melihat). Keesaan-Nya (Tauhid) justru menegaskan bahwa kekuatan-Nya tidak terbagi. Karena Dia Tunggal dan Mutlak, tidak ada "interferensi" atau batasan wilayah kekuasaan yang menghalangi pengawasan-Nya.

Mengawasi milyaran manusia bagi Allah tidaklah melelahkan. Seperti yang tertulis dalam Al-Qur'an: 
"Menciptakan dan membangkitkan kamu (semua) hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja." (QS. Luqman: 28).
Kesimpulan
Dunia digital mengajarkan kita bahwa sebuah sistem yang hebat pasti memiliki perancang yang jauh lebih hebat di baliknya. Jika sistem buatan manusia saja bisa begitu sinkron, maka alam semesta yang jauh lebih luas ini berada di bawah kendali Dzat Yang Maha Esa dengan tingkat presisi yang sempurna.

Kita tidak pernah sendirian. Di mana pun koordinat kita berada, kita selalu berada dalam jangkauan "sistem" kasih sayang dan pengawasan-Nya.

Penulis : Presta Hargo

Komentar Pembaca

Memuat komentar...

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال